Arsenal Tumbangkan Bayern Munchen 3-1 (2025)

Arsenal Tumbangkan Bayern Munchen

Arsenal Tumbangkan Bayern Munchen 3-1, Etihad London Bergegar

The Gunners Bikin Kejutan, Rekor Sempurna di Liga Champions Terjaga

Arsenal benar-benar menunjukkan statusnya sebagai salah satu tim terbaik Eropa musim ini setelah menumbangkan Bayern Munchen dengan skor 3-1 di Emirates Stadium pada laga liga fase UEFA Champions League 2025/2026, Rabu malam waktu setempat, 26 November 2025. Kemenangan ini bukan hanya memperpanjang rekor sempurna The Gunners menjadi lima kemenangan dari lima laga, tetapi juga memberikan kekalahan perdana bagi Bayern di musim 2025/2026.

Gol-gol Arsenal dicetak oleh Jurriën Timber di babak pertama, lalu disusul dua gol di babak kedua lewat Noni Madueke dan Gabriel Martinelli. Satu-satunya gol Bayern lahir melalui talenta muda 17 tahun, Lennart Karl, yang sempat menyamakan kedudukan sebelum jeda. Dengan hasil ini, Arsenal mantap di puncak klasemen liga fase Liga Champions dengan 15 poin, menjadi satu-satunya tim yang masih menyapu bersih kemenangan.

Laga Besar di London: Atmosfer Panas Sejak Menit Awal

Sejak awal laga, tensi pertandingan sudah tinggi. Sorotan bukan hanya tertuju pada duel dua tim papan atas Eropa, tetapi juga pada fakta bahwa Bayern datang ke London dengan status belum terkalahkan musim ini. Pertandingan bahkan sempat diwarnai insiden di tribune suporter Bayern sehingga petugas keamanan dan polisi harus turun tangan menenangkan situasi di sektor tamu, sebelum akhirnya laga bisa kembali berjalan normal.

Timber Buka Skor, Karl Balas, Lalu Madueke–Martinelli Mengamuk

Arsenal mengambil inisiatif serangan sejak menit-menit awal dan tekanan mereka akhirnya berbuah pada menit ke-22. Berawal dari skema bola mati dan kemelut di kotak penalti, Jurriën Timber memanfaatkan ruang yang ada dan melepas penyelesaian yang tak mampu diantisipasi Manuel Neuer, membuat skor berubah 1-0 untuk tuan rumah.

Keunggulan itu tak bertahan lama. Bayern yang mengandalkan pergerakan Harry Kane dan lini tengah kreatif langsung merespons. Pada menit ke-32, Lennart Karl—penyerang muda yang lagi naik daun—meneruskan serangan cepat dan menaklukkan David Raya, menjadi pemain pertama yang mampu menjebol gawang Arsenal di kandang pada fase liga Liga Champions musim ini. Skor 1-1 menutup babak pertama dengan tensi yang kian memanas. Babak Kedua: Wejangan Arteta Berbuah Dua Gol Pembeda

Memasuki babak kedua, Arsenal tampil jauh lebih agresif dan rapi dalam pressing. Pergantian pemain yang dilakukan Mikel Arteta menjadi kunci. Noni Madueke, yang baru pulih dari cedera lutut dan masuk menggantikan Leandro Trossard, membuat efek instan. Pada menit ke-69, ia menyambar umpan silang Riccardo Calafiori dan mengubah skor menjadi 2-1. Gol itu terasa spesial karena menjadi gol pertama Madueke untuk Arsenal sejak bergabung pada Juli lalu.

Tak butuh waktu lama, Gabriel Martinelli memastikan malam sempurna The Gunners. Menit ke-77, serangan cepat Arsenal kembali membelah pertahanan Bayern, dan Martinelli menyelesaikannya dengan penyelesaian klinis ke gawang Neuer. Bayern mencoba merespons, tetapi Arsenal bermain disiplin, menutup ruang untuk Harry Kane dan memaksa tim tamu pulang dengan kekalahan 3-1.

Dominasi Taktis Arteta dan Penampilan Brilian di Semua Lini

Mikel Arteta kembali menunjukkan kelasnya sebagai peracik taktik. Arsenal bukan sekadar menang karena efektivitas serangan, tetapi juga karena kecerdasan dalam mengelola ritme pertandingan. Pergantian pemain di babak kedua—terutama masuknya Madueke—mengubah dinamika, membuat Bayern kesulitan keluar dari tekanan dan sering melakukan kesalahan sendiri di area bertahan, termasuk momen-momen di mana Neuer tampak tidak meyakinkan dalam mengantisipasi bola.

Laliga365 menyimpulkan di lini tengah, Declan Rice kembali mengunci dominasi dengan penampilan yang digambarkan media Inggris sebagai “imperious”. Meski tak mencetak gol, Rice berperan ganda sebagai perusak serangan Bayern sekaligus pengatur tempo serangan Arsenal. Statistik sentuhan, akurasi operan, dan duel yang dimenangkannya membuat banyak penggemar merasa harga 105 juta pound yang dibayarkan ke West Ham justru tampak seperti “diskon”.

Bayern Munchen Tertekan, Kompany Cari Jawaban

Bagi Bayern, kekalahan ini menjadi tamparan keras. Tim asuhan Vincent Kompany yang sebelumnya tak tersentuh kekalahan di semua kompetisi akhirnya tumbang di laga yang disebut banyak pihak sebagai “uji sesungguhnya”. Media Jerman menyorot rapuhnya lini belakang serta kinerja Neuer yang dinilai di bawah standar, terutama pada dua gol Arsenal di babak kedua. Kompany sendiri mengakui bahwa detail kecil dan intensitas permainan Arsenal menjadi pembeda besar di pertandingan ini.

Klasemen, Tiket Knockout, dan Pesan Keras dari London

Dengan kemenangan ini, Arsenal kukuh di puncak klasemen liga fase Liga Champions dengan 15 poin, unggul tiga angka dari PSG dan membuat mereka praktis mengamankan minimal tiket ke fase knockout play-off, bahkan sangat dekat untuk langsung melaju ke 16 besar. The Gunners juga mengirim pesan kuat kepada calon lawan: mereka tidak hanya nyaman di Premier League, tetapi juga siap bersaing sampai akhir di Eropa.

Bayern sendiri sementara turun ke posisi tiga di tabel liga fase, tetapi masih dalam posisi yang cukup kuat untuk lolos jika mampu bangkit di sisa laga. Namun kekalahan 3-1 di Emirates jelas meninggalkan pekerjaan rumah besar, mulai dari penyesuaian taktik hingga perbaikan mental setelah kalah dari rival langsung di papan atas Eropa.